Sabtu, 08 Februari 2014

GENERASI MUDA GARUDA INDONESIA

Perjalanan ini
            Terasa sangat menyedihkan
            Sayangkan kau tak duduk
            Di sampingku………
            Kawan …………

            Sepenggal lagu tersebut mengandung makna yang cukup berarti bagi bangsa Indonesia . Sudah 68 tahun Indonesia lahir di bumi yang fana ini. Akan tetapi, di saat umur yang semakin tua, semakin banyak rintangan yang ada di depan mata. Perjuangan yang selama ini telah dilakukan oleh para penegak bangsa mulai pudar oleh terkikisnya rasa nasionalisme dan moral yang menjadi aspek yang paling penting bagi negara ini.

            Setiap manusia yang lahir di muka bumi terlahir dengan moral dan akhlak yang bersih. Seiiring berjalan waktu, moral tersebut akan beradaptasi dengan lingkungan yang menjadi tempat untuk membentuk kepribadian diri seseorang. Tetapi, realita yang dihadapi sekarang ini jauh dari harapan, bahkan hampir tidak bisa dibiarkan lagi. Dari pantauan penulis, rata-rata generasi muda sekarang telah masuk dalam zona merah, artinya generasi muda harus segera diselamatkan agar bangsa ini tidak “mati” dalam keadaan yang buruk.

            Terbukti dari tindak tawuran antar pelajar yang tidak mempunyai mamfaat bagi bangsa ini bahkan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Moral menjadi penyebab utama. Moral yang mulai terkikis oleh era globalisasi yang telah “merasuki” setiap orang yang bermain di dalamnya. Di saat sekarang ini, membangun karakter adalah langkah yang sangat diperlukan di era modern saat ini.



            Langkah tersebut harus segera di realisasikan agar tidak menjadi debu yang berterbangan.. Semua orang dapat ikut berperan dalam hal ini. Kita tidak ingin bangsa kita terpuruk kembali ke lembah yang curam bahkan hilang tak tahu kemana.  Gejala ini sudah mulai terasa di lingkungan sekitar kita, terbukti dari pasar industri kita yang sudah mulai dikusai oleh tamu yang tak diundang.

            Melihat secara kacamata rasional, bangsa Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi tuan di rumah sendiri. Terbukti dari berbagai aspek yang mendukung fakta tersebut. Sumber daya manusia yang melimpah ruah dari Sabang sampai ke Marauke menjadi kuncinya. Akan tetapi, semua berawal dari generasi muda. Ketika generasi muda telah mencapai tahap excellent, maka hal ini akan mudah untuk didapat. Sebaliknya, jika generasi muda mencapai tahap yang dikatagorikan badly, maka tidak ada harapan yang dapat kita gantungkan kepada penerus kita selanjutnya. Jika pernyataan yang kedua ini benar-benar terjadi, siap-siap negara kita yang kaya akan segalanya akan menjadi negara boneka di di kawasan dunia. Sungguh memprihatinkan.

            Oleh sebab itu, hidup ini tergantung bagaimana karakter kita, selain aspek lain yang juga mendukung kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Ketika berbagai aspek seperti aspek moral, keyakinan, pendidikan, dan sebagainya yang berpengaruh, maka bukan tidak mungkin Indonesia nantinya akan “dikomandoi” oleh para penerus bangsa menjadi Negara superpower di dunia.

            Maju terus Indonesiaku Tercinta !! MERDEKA !!!

                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar