Rajutan Pemimpin
Malam berlarut malam...........
Mengundang benak kesamaran.............
Ketika diri menjadi benih............
Inilah benih mengubah jati diri..........
Fiksi yg kaku...................
Merajut benak pilu.................
Mata ini terus berlalu..............
Seakan tak menentu di bawa pilu....................
Satu pikiran satu jiwa..........
Membawa rasa dalam gelora............
Kutkan batin mejadi disipln................
Inilah kisah sang pemimpin...................
Sayap Kenangan
Menimpa setiap makhluk dari daratan sempit..........
Walau air turun tak bermakna............
Hanya mengandung sebuah tanya...........
Jam detikpun terlewati............
Melalui setiap waktu yang dijalani..........
Satu per satu mulai terlampaui...........
Mengiris karang dalam rohani................
Berkali-kali syap memanggil................
Dalam mencari sebuah arti............
Walau raga tak kunjung kembali............
Tapi..........
Diri ini tetap menjadi benih...............
Kini dan nanti..............

Sanubari Putih
Dalam mimpi yang terdalam.............
Terdapat satu titik yang curam............
Tempat melekakatkan semua isi bathin..........
Bercucuran air dalam sanubari........
Mungkin ini yang terbaik...............
Agar bisa menjadi putih..........
Tidak menjadi keruh............
Oleh arus yang terpengaruh.................
Awal dan akhir..............
Menunggu hati yang berakhir...........
Agar bisa menjadi putih................
Dalam kesunyian yang syahdu................

Saksi Bisu
Bagaikan malam di dunia fantasi..........
Memuat banyak cerita yang tersimpan...........
Dalam nyali yang terbungkus...........
Tuk menjadi hal yang baru.............
Ketika ada mahkluknya yang menyayanginya.............
Memperleh perhatian dan uluran tangan..............
Dari sejuta manusia...................
Inilah saksi bisu..........
Seorang yang mengaku sebagai lahan...........
Untuk naungan hidup.............
Para pencari nikmat..............