Perjalanan
ini
Terasa sangat menyedihkan
Sayangkan kau tak duduk
Di sampingku………
Kawan …………
Sepenggal
lagu tersebut mengandung makna yang cukup berarti bagi bangsa Indonesia .
Sudah 68 tahun Indonesia
lahir di bumi yang fana ini. Akan tetapi, di saat umur yang semakin tua,
semakin banyak rintangan yang ada di depan mata. Perjuangan yang selama ini
telah dilakukan oleh para penegak bangsa mulai pudar oleh terkikisnya rasa
nasionalisme dan moral yang menjadi aspek yang paling penting bagi negara ini.
Setiap
manusia yang lahir di muka bumi terlahir dengan moral dan akhlak yang bersih.
Seiiring berjalan waktu, moral tersebut akan beradaptasi dengan lingkungan yang
menjadi tempat untuk membentuk kepribadian diri seseorang. Tetapi, realita yang
dihadapi sekarang ini jauh dari harapan, bahkan hampir tidak bisa dibiarkan
lagi. Dari pantauan penulis, rata-rata generasi muda sekarang telah masuk dalam
zona merah, artinya generasi muda
harus segera diselamatkan agar bangsa ini tidak “mati” dalam keadaan yang
buruk.
Terbukti
dari tindak tawuran antar pelajar yang tidak mempunyai mamfaat bagi bangsa ini
bahkan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Moral menjadi penyebab utama.
Moral yang mulai terkikis oleh era globalisasi yang telah “merasuki” setiap
orang yang bermain di dalamnya. Di saat sekarang ini, membangun karakter adalah
langkah yang sangat diperlukan di era modern saat ini.
Langkah
tersebut harus segera di realisasikan agar tidak menjadi debu yang
berterbangan.. Semua orang dapat ikut berperan dalam hal ini. Kita tidak ingin
bangsa kita terpuruk kembali ke lembah yang curam bahkan hilang tak tahu
kemana. Gejala ini sudah mulai terasa di
lingkungan sekitar kita, terbukti dari pasar industri kita yang sudah mulai
dikusai oleh tamu yang tak diundang.
Melihat
secara kacamata rasional, bangsa Indonesia sebenarnya memiliki
potensi yang sangat besar untuk menjadi tuan di rumah sendiri. Terbukti dari
berbagai aspek yang mendukung fakta tersebut. Sumber daya manusia yang melimpah
ruah dari Sabang sampai ke Marauke menjadi kuncinya. Akan tetapi, semua berawal
dari generasi muda. Ketika generasi muda telah mencapai tahap excellent, maka hal ini akan mudah untuk
didapat. Sebaliknya, jika generasi muda mencapai tahap yang dikatagorikan badly, maka tidak ada harapan yang dapat
kita gantungkan kepada penerus kita selanjutnya. Jika pernyataan yang kedua ini
benar-benar terjadi, siap-siap negara kita yang kaya akan segalanya akan
menjadi negara boneka di di kawasan dunia. Sungguh memprihatinkan.
Oleh
sebab itu, hidup ini tergantung bagaimana karakter kita, selain aspek lain yang
juga mendukung kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Ketika berbagai aspek seperti
aspek moral, keyakinan, pendidikan, dan sebagainya yang berpengaruh, maka bukan
tidak mungkin Indonesia nantinya akan “dikomandoi” oleh para penerus bangsa
menjadi Negara superpower di dunia.
Maju
terus Indonesiaku Tercinta !! MERDEKA !!!
